Saturday, July 23, 2011

Ketika bahagia dimiliki semua orang


Saat berangkat ke kantor beberapa hari yang lalu, tepatnya saat saya sedang berada didalam bus kota dan sedang berhenti disekitar Blok S, ada 2 orang buta, yang tepatnya adalah para pengamen, sedang berada dipinggir trotoar. Dibawah pohon. Mereka habis bekerja, alias habis mengamen dari satu bus ke bus yang lain. Saya sedikit tersentuh melihatnya. Mereka tidak berkecil hati. Justru mereka terlihat senang, bangga dan tertawa-tawa setelah merasa cukup puas mendapatkan penghasilan pada saat itu. Mereka pria dan wanita. Dan sepertinya mereka kakak beradik, karena wajah mereka terlihat serupa. Mereka bergandengan tangan, bercanda-canda. Dan seakan-akan lupa bahwa mereka tidak bisa melihat (atau setengah melihat). Mereka terlihat sangat bahagia. Terkadang kita suka lupa, bahwa masih banyak orang-orang yang "dibawah" kita, namun tetap bisa menikmati hidup. Sementara kita yang mungkin jauh lebih "beruntung", terkadang suka lupa tidak mensyukuri dan tidak bisa menikmati hidup sebagaimana harusnya kita menikmatinya. Ketika bahagia dimiliki semua orang. Baik yang cacat ataupun tidak. Baik yang normal ataupun tidak, mungkin hidup ini akan lebih berarti yah?

No comments: