Saturday, March 30, 2013

Video of the week

While I'm sick and staying at home and sleep, I enjoying this beautiful song "Blessed Soul" by Merriment



Indeed I am a blessed soul
I'm captive in this human role
I wear inside my ribcage in a heart so fine I'll let you in, let you in

Knock once more upon the door
The wood is dense but this makes sense
There beneath the walls I love the chorus that goes from above, from above

And if you choose to let me love you
Our love, our love would reach the sky
No bounds, no bones, no breaks, no trials
Just you, just me
Our love goes free

Of course I know the sanctioned tricks
that taught me how your heart does tick
Blinded by this revelation
I knew I'd know you until the end, until the end

Just knock once more upon the door
The wood is dense but this makes sense
There beneath the walls I love the chorus that goes from above, from above

Tuesday, March 26, 2013

Hey, Bulan..

Hey Bulan, saya mau nitip salam. Tolong sampaikan salam manis penuh cinta saya untuk dia ya. Tolong salam saya itu disampaikan dengan kehangatan sinar rembulanmu yang indah. Yang jika orang melihatnya, sampai tidak mampu berkata-kata.

Salam itu kamu berikan kepadanya agar dia bisa merasakan kehangatan cinta saya juga. Sama halnya seperti hangatnya saya jika sedang tidur sambil berselimut di malam hari.

Hey Bulan, tolong cepat saat ini juga, salam saya segera disampaikan. Karena saya yakin dia pasti sedang memandang dirimu di langit sana, sambil membayangkan dan menunggu salam cinta saya sampai di telinga dia.

Selamat malam dan selamat tidur, Bulan. Sekarang saya ingin segera tidur, dan memimpikan tentang indahnya kisah asmara saya dengan dirinya. :)

"Yakin?" dan "Yakin!!"

Bagaimana cara meyakinkan seseorang atas sesuatu yang memang sudah kita yakini namun benar-benar terlihat yakin? Bagaiman jika kita yakin akan sesuatu, namun kita tidak bisa atau belum bisa menunjukkan bahwa kita benar-benar yakin?

Bagaimana cara nya jika seseorang yang merasa bahwa kita belum yakin akan sesuatu tersebut, kemudian dia bertanya "Yakin?" kepada kita? Bagaimana cara nya jika kita ditanya pertanyaan itu, kita bisa menjawab "Yakin!!" ?. Bagaimana cara nya merubah yakin dengan tanda tanya (?), menjadi yakin dengan tanda seru (!).

Jawabannya sederhana, kita tanya dan lihat ke dalam hati kita sendiri, bahwa kita memang sudah 100 % yakin. Sehingga kita bisa meyakinkan seseorang atau bahkan orang-orang bahwa kita memang yakin dan kita bisa menjawab "Yakin!!".

Thursday, March 21, 2013

Kisah seorang "Mari"

Saya sangat suka menulis. Dan itu sudah sering saya katakan, bahwa saya suka dan cinta akan hal menulis. Maka dari itu saya memutuskan untuk mempunyai sebuah blog. Mungkin darah menulis ini saya dapat dari Ayah saya yang memang merupakan seorang penulis. Sudah mendarah daging ternyata. 

Saya lupa kapan pertama kalinya saya menulis tulisan dengan sangat baik dan benar. Namun yang saya ingat, sejak kecil, saya memang suka menulis buku harian atau Diary. Semua saya tuangkan disana. Namun lebih kepada cerita atau kejadian yang baru saja saya alami. Saat duduk dibangku SD dan SMP pun, saya sangat suka pelajaran mengarang Bahasa Indonesia. Karena disitu saya bisa bebas bercerita yang saya mau. Entah itu kejadian nyata ataupun khayalan. Namun saat saya duduk di bangku SMA, barulah saya mulai serius menulis. Saya mulai menulis puisi, dan pertama kalinya saya mencuri-curi waktu menulis sebuah puisi disaat saya sedang belajar di dalam kelas. Kemudian saya mulai berani menulis cerita, dan sebuah novel. Yang sempat saya ajukan dan tawarkan ke beberapa penerbit, namun sampai detik ini belum satupun yang menerima karya tulisan saya.

Namun beberapa hari yang lalu, saya teringat bahwa dulu saat masih duduk di bangku SD, saya sempat mengarang sebuah cerita yang saya tulis di dalam buku coret-coret saya. Pada saat itu saya menulis tentang seorang anak perempuan berusia 9 tahun bernama Mari. Mari merupakan anak yang sombong, keras kepala, pemarah dan tidak mempunyai banyak teman. Dia sangat manja pada keluarga nya, dan tidak pernah bisa dinasehati. Begitu pula di sekolah, dia tidak mempunyai teman yang mau diajak bermain. Sampai pada suatu hari, Mari berubah menjadi anak yang patuh, baik dan tidak lagi keras kepala. Dikarenakan saat ada tamu orang tuanya datang ke rumah, dan saat tamu tersebut ingin pamit dan berkata "Mari, saya pulang dulu". Maka si anak yang bernama Mari tersebut langsung menjawab dengan angkuhnya "Iya, iya, saya izinkan pulang. Silahkan pulang!". Sang tamu dan orang tua Mari pun bingung, mengapa anak itu sangat kasar terhadap sang tamu. Padahal maksud si tamu menyebut kata "Mari", bukanlah memanggil nama si anak. Melainkan sebuah "kalimat pamit", yang mengisyaratkan bahwa sang tamu ingin pulang. Setelah kejadian itu, orang tua Mari pun marah dan menasihati anak semata wayangnya itu. Sejak itulah Mari sadar, bahwa dia tidak boleh menjadi anak yang egois dan berburuk sangka. Hanya karena ada seseorang yang menyebut kalimat"'Mari", bukan berarti seseorang itu memanggil nama dia. Hehe.

Jika diingat-ingat, ternyata sangat lucu ya bahwa saya pernah menulis cerita seperti itu. Untuk ukuran anak SD, ya cukup kreatif lah, hehe. Namun sayang buku tersebut sudah hilang entah kemana. Kalau tidak, pasti sudah saya simpan agar tidak kotor dan kertasnya tersobek.

Kesimpulannya, menulis merupakan salah satu hobi saya. Dan saya ingin suatu saat nanti, ada hasil dari sesuatu yang saya lakukan dengan sepenuh hati ini. Apapun itu, jika saya ingin menulis, saya tidak pernah memaksakan bahwa saya harus menulis sesuatu. Saya tipikal yang spontan dan apa adanya. Sehingga semua tulisan yang saya tulis, ya mengalir begitu saja tanpa ada paksaan. Karena pada dasarnya saya menulis dari hati. Hati yang memang cinta menulis :)