Hai!
Aku mau menulis ini karena terinspirasi dari lagunya Olivia Rodrigo yang berjudul Pretty Isn't Pretty. Lagu ini sebenarnya bercerita tentang tekanan untuk memenuhi standar kecantikan yang tidak realistis dan bagaimana usaha untuk terlihat "cantik" justru bisa membuat seseorang merasa semakin tidak pernah cukup.
Sebenarnya aku sudah pernah menulis postingan yang membahas mengenai kecantikan juga (baca di sini), tapi aku kepikiran mau menulis lagi, hehe.
Menurut aku, belakangan banyak sekali perempuan yang sudah semakin tidak realistis untuk berusaha terlihat cantik. Mereka rela menahan makan hanya supaya berat badan bisa turun. Operasi plastik untuk merubah bentuk hidung, pipi ataupun bibir. Bahkan membeli make up high-end agar saat digunakan akan terlihat cantik luar biasa.
Ngga apa-apa juga sih menurut aku, karena itu semua kembali ke orangnya masing-masing. Cuma kalau aku pribadi, belum terpikirkan seperti itu. Call me naive, tapi menurut aku yang penting tuh sehat, bahagia dan baik hati ngga sih? Hehehe.
Kenapa banyak banget perempuan yang melakukan itu, karena standard cantik seseorang tuh semakin lama semakin tinggi. Selalu berubah sesuai jaman dan akhirnya 'memaksakan' perempuan untuk harus mengikutinya.
Lagu Pretty Isn't Pretty sendiri mempunyai arti atau asumsi seperti ini :
Intinya, kembali ke pribadi orang masing-masing. Ada yang memang mau mengikuti gaya seperti itu, tapi ada juga yang tidak perduli. Sungguh sangat ironis 😕
"Sebanyak apa pun kamu berusaha menjadi cantik, kalau standar kecantikannya terus berubah dan rasa insecure tetap ada, kamu tidak akan pernah merasa benar-benar merasa cantik."
Thank you for reading!
Love,
Girl With An Attitude











